Laman

November 12, 2012

Try Other Functions of Social Media: A Market Research Tool

www.ellenpickett.com
Media sosial bermakna berbicara dengan orang lain, bukan berbicara kepada orang lain. Konsep dua arah ini memungkinkan marketer memanfaatkan media sosial sebagai research tool untuk mengetahui pendapat consumer tentang suatu product. Kelebihannya dari riset tradisional adalah besarnya populasi pengguna, real time, dan keleluasaan mengungkapkan anxiety and desire.

Facebook Groups dapat dimanfaatkan untuk mengamati pembicaraan antar customer tentang suatu product. Facebook Fan Pages juga dapat difungsikan sebagai alat survey dengan iming-iming hadiah agar customer mau berpartisipasi dalam survey. Pilihan lainnya adalah memanfaatkan Facebook Ads untuk menempelkan survey links.

Twitter dapat difungsikan sebagai research tool, didukung dengan pemilihan topik dan insentif yang menarik. Media lainnya adalah Pinterest yang memungkinkan konsumen memiliki beberapa pinboard sesuai dengan minat mereka, dan mengetahui apakah konsumen memberikan pin untuk suatu situs. Dan terakhir adalah LinkedIn yang lebih bersifat personal untuk memperkenalkan diri sendiri dan meminta pendapat orang lain mengenai suatu product.

Marketeers edisi Oktober 2012, hal. 86

Harley Is My Second Religion

3.bp.blogspot.com
PT Mabua Harley-Davidson, distributor utama motor Harley-Davidson, berpandangan bahwa Indonesia merupakan pasar yang potensial. Dari perkiraan 50.000 potential customer, setiap tahunnya PT Mabua berhasil menjual 700 unit motor. Sebagian besarnya adalah repeat buyers.

Motor Harley-Davidson sebagai luxury product memiliki pasar yang spesifik, sehingga dibutuhkan strategi marketing yang spesifik pula di segmen niche market. Produk memiliki brand awareness yang sangat tinggi dan kompetitor nyaris tidak ada. Dengan demikian, hal yang relevan adalah value, bagaimana meningkatkan value yang akan diperoleh customer. Kendala hanya satu, harga.

Membentuk komunitas adalah strategi yang sudah dijalankan. Menjadi anggota sebuah komunitas “elite” akan memberikan added value bagi customer. Menjaga image adalah bagian dari mempertahankan brand awareness, dengan cara me-manage dengan baik setiap touring event yang diselenggarakan sehingga tidak menimbulkan kesan arogan. Untuk mengatasi kendala harga, diupayakan pendekatan kepada pihak pemerintah agar pajak impor dan pajak barang mewah diturunkan sehingga dapat menggairahkan kembali pasar Harley-Davidson.

Marketeers edisi Oktober 2012, hal. 79

Tukul Juga Manusia

beritacyber.com
Mengurai proses marketing yang diterapkan Tukul dan timnya hingga memiliki brand besar, Hermawan Kartajaya melihatnya sebagai new wave marketing:

Tukul tidak hanya memperhatikan needs and wants, expectation and perception, tapi juga anxiety and desire penonton. Dengan mengetahui anxiety and desire, Tukul tidak hanya bisa membuat penonton tersenyum, tapi juga tertawa terpingkal-pingkal karena mendengar lawakan yang tidak pernah terpikirkan oleh penonton.

Ketika Tukul telah menguasai anxiety and desire, kreatifitas menjadi kunci selanjutnya. Dengan tetap berpegang pada konten, Tukul mengembangkan lawakannya sesuai dengan suasana audience. Tukul menciptakan co-creation bagi penonton, menciptakan package yang sesuai karena tidak semua lawakan sesuai untuk segala suasana.

Dari product ke customer ke human spirit, lawakan Tukul bersifat jujur, baik pada diri sendiri maupun orang lain. Human spirit dikedepankan tanpa harus meng-create lawakan super. Ketika human spirit tersentuh, setiap orang akan dapat menerima lawakannya, terlepas dari dianggap lucu atau serius.

Marketeers edisi Oktober 2012, hal. 78

Citilink Jadi Game Changer Yang Handal

www.indonesiamatters.com
Sebagai market leader di segmen full service carrier, Garuda Indonesia merasa perlu untuk mengamankan posisinya dari kompetitor baru. Untuk itu dibentuklah unit usaha Citilink yang berperan sebagai fighting brand di segmen low cost carrier. Saat ini, Citilink telah menjadi maskapai mandiri terlepas dari induknya, namun tetap konsisten memegang perannya sebagai pengaman posisi Garuda Indonesia.

Dengan positioning sebagai low cost carrier, Citilink memiliki misi reliable, affordable, and fun. Reliable disini menganut nilai-nilai yang diutamakan Garuda Indonesia berupa pelayanan dan safety, affordable sesuai dengan positioning-nya, dan fun dengan mengemas konsep casual-elegan dalam layanan yang diberikan pramugari.

Sebagai pemain lama, Citilink cukup memiliki brand awareness. Inovasi tetap menjadi kunci sukses mengingat Citilink bermain di LCC. Berbagai strategi diferensiasi telah disiapkan, termasuk memaksimalkan inflight-store. Posisi sebagai game changer mengharuskan Citilink untuk cukup kuat membayangi maskapai kompetitor yang mencoba memasuki segmen Garuda Indonesia.

Marketeers edisi Oktober 2012, hal. 58

Miniapolis Jawab Kebutuhan Keluarga Urban

www.myminiapolis.com
Membidik pasar anak-anak, Miniapolis masuk ke bisnis hiburan. Konsepnya adalah family bonding, mengintegrasikan arena bermain dengan pusat perbelanjaan dan kuliner. Tujuannya, agar sang ayah, ibu, dan sang anak dapat melakukan aktivitasnya masing-masing namun tetap bersama. Untuk itu, place yang dipilih adalah pusat-pusat perbelanjaan. Miniapolis memandang bahwa pusat-pusat perbelanjaan saat ini sudah dianggap sebagai salah satu ajang komunitas.

Diferensiasinya bisa dikatakan tidak sepenuhnya otentik karena telah banyak kita jumpai arena permainan di pusat-pusat perbelanjaan. Namun Miniapolis mencoba melakukan inovasi-inovasi yang lebih menyentuh seperti memadukannya dengan education, membentuk komunitas anak dengan segala aktivitas interaktif, menjaga standar kualitas yang tinggi, dan memenuhi kebutuhan sang ayah dengan memilih lokasi di dekat tempat kuliner. Beberapa program juga diluncurkan seperti story telling, belajar memasak, sains, dan sebagainya.

Strategi marketing dilakukan secara inklusif melalui kemitraan dengan sekolah-sekolah dengan mengusung tema edu-play. Media sosial juga digunakan sebagai bentuk komunikasi interaktif. Diharapkan Miniapolis dapat menjawab keinginan keluarga urban yang memiliki waktu terbatas untuk melakukan aktivitas bersama.

Marketeers edisi Oktober 2012, hal. 56